"> Siswa-Siwi SMK Taruna Bakti Baturraden Purwokerto Diajarkan Membuat Meja dan Kursi dari Ecobrick – Website Resmi SMK Taruna Bakti Baturraden

Website Resmi SMK Taruna Bakti Baturraden

  • scatter hitam
  • Siswa-Siwi SMK Taruna Bakti Baturraden Purwokerto Diajarkan Membuat Meja dan Kursi dari Ecobrick

    TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO –  SMK Taruna Bakti berdiri sejak April 2017 merupakan sekolah kejuruan pertama yang ada di kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

    SMK ini beralamat di Jalan Sidaluhur, Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.

    Meskipun baru merintis, tetapi semangat dan inovasi para peserta didik sudah nampak.

    Mereka berkreasi dengan membuat kursi dan kayu dari Ecobrick.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali.

    Keseluruhan siswa yang berjumlah 53 orang tersebut bekerja sama memanfaatkan limbah plastik di rumah mereka masing-masing untuk dibuat menjadi ecobrick.

    Ecobrick dapat memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik.

    Memanfaatkan limbah plastik menjadi ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke tempat pembuangan akhir.

    Kegiatan membuat ecobrick yang dilakukan oleh para siswa SMK Taruna Bakti adalah bagian dari mata pelajaran kreatifitas dan kewirausahaan.

    Sebenarnya basic skill yang diajarkan oleh sekolah tersebut adalah mengenai Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

    Akan tetapi, dalam rangka membangun kreatifitas disela-sela pelajaran mereka akhirnya membuat ecobrick.

    Wilda Pranita Sari, guru kewirausahaan SMK Taruna Bakti mengatakan ingin mengajarkan anak didiknya mengenai penanganan limbah plastik agar menjadi bernilai guna.

    “Peralatannya dari sekolah, membuatnya di sekolah, cuman plastik-plastiknya ya mereka kumpulkan sendiri dari rumah,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Senin (7/10/2019).

    Satu persatu sampah plastik yang mereka kumpulkan digunting kecil-kecil.

    Setelah digunting dimasukan kedalam botol air mineral ukuran 1.5 liter dan dipadatkan.

    Kurang lebih bobot satu botol yang sudah terisi plastik adalah 600 gram.

    “Diusakan ya 600 gram, kalau tidak segitu nanti tidak kuat,” imbuhnya.

    Biasanya anak-anak saling berkelompok, dengan satu kelompok berisi 4 sampai 5 anak.

    Setidaknya satu anak dapat membuat 2 botol ecobrick.

    Setelah selesai membuat ecobrick, biasanya anak-anak itu merangkai menjadi satu set kursi dan meja yang memiliki nilai jual.

    “Kalau membuat satu set kursi dan meja membutuhkan waktu 3 mingguan.

    Harga mejanya ya dikisaran Rp 80 sampai Rp 90 ribu,” tambahnya.

    Wilda mengaku jika hasil kreasi anak didiknya itu, sudah mulai mencuri perhatian sekolah-sekolah lain yang ingin melakukan hal yang sama.

    Pembelinya biasanya berasal dari teman sesama guru di lain sekolah yang ingin menjadikan ecobrick buatan siswa-siswi SMK Taruna Bakti sebagai contoh.

    Tidak jarang ecobrick buatan siswa-siswa tersebut juga mengikut pameran antar sekolah di Banyumas.

    Ecobrick yang sudah jadi sebagian juga dipajang di ruang tamu sekolah mereka.

    Sekolah yang masih sangat baru tersebut, sampai saat ini masih kesulitan mendapatkan siswa.

    “Iya baru akan meluluskan tahun ini, total ada 53, jadi masing-masing angkatan ya 20-an anak dari kelas X, XI, dan XII,” tuturnya.

    Bukan hanya ecobrick saja, siswa-siswa SMK Taruna Bakti juga membuat sebuah antena dari kaleng bekas.

    “Antena terbuat dari kaleng bekas, sudah dipake dan jernih.

    Kita juga buat akun youtube, jadi kalau kita presentasi lalu di upload youtube dan nanti guru menilai,” ujar Suci Prihantini, siswa kelas 11.

    Dibalik raut muka polos dan semangat mereka, kebanyakan mereka adalah berasal dari kalangan kurang mampu.

    Mereka adalah anak-anak yang hampir saja putus sekolah karena ketiadaan biaya.

    “Kami motivasi mereka agar tidak putus sekolah.

    Sekolah baru seperti ini seperti tidak dianggap tapi memang inilah yang namanya perjuangan,” tambahnya.

    Merintis sebuah institusi pendidikan bukanlah perkara yang mudah.

    Diawal-awal mendirikan, mereka bahkan harus berjuang menarik minat anak didik agar mau melanjutkan sekolah.

    Seluruh guru berharap akan semakin banyak siswanya dan sekolahnya menjadi lebih berkembang lagi. (Tribunjateng/jti)

    Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Siswa-Siwi SMK Taruna Bakti Baturraden Purwokerto Diajarkan Membuat Meja dan Kursi dari Ecobrick, https://jateng.tribunnews.com/2019/10/07/siswa-siwi-smk-taruna-bakti-baturraden-purwokerto-diajarkan-membuat-meja-dan-kursi-dari-ecobrick?page=4.
    Penulis: Permata Putra Sejati

     

    Share this 

    Facebook 0
    WhatsApp
    Twitter
    Google+ 0
    Email

    Tinggalkan komentar

  • web.sijege.id/
  • akperin.ac.id
  • akunsi.ac.id
  • untu.ac.id
  • utun.ac.id